SBY Vs JK Di Pilpres 2019, Seperti Apa Perannya?

0
118
Pilpres 2019
SBY Vs JK di Pilpres 2019

Hallojawa.com, Saat ini kedua tim pasangan calon sudah menentukan pendamping dalam Pilpres 2019 dan mendaftarkan diri ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Joko Widodo menggandeng ketua Nahdatul Ulama, KH Ma’ruf Amin dalam mempertahankan posisinya untuk lanjut dua periode. Sedangkan lawannya, Prabowo Subianto ternyata memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk mendampingi maju dalam pemilihan.

Meski begitu masing – masing tim tentu sudah menyusun strategi untuk kemenangannya. Salah satunya memiliki penasihat untuk tim nya yang memang kompeten dalam dunia politik. Ada nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) versus Jusuf Kalla (JK) di Pilpres 2019. Keduanya sama-sama menjadi penasihat tim pemenangan. PDIP menjamin persaingan bakal berlangsung seru.

JK disebut akan menjadi Ketua Dewan Penasihat Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sedangkan SBY menjadi Penasihat Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno. Padahal SBY-JK merupakan pasangan presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 lalu.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan “Patut kita syukuri. Karena bila benar demikian, maka kita akan menyaksikan kontestasi antarsahabat. Pak SBY dan Pak JK pernah menjadi presiden dan wapres. Jadi ini demokrasi silaturahmi.”

SBY - JK
Peran SBY – JK Untuk Paslon

Keduanya sama – sama figur yang disegani banyak orang, jadi ini bukan hanya sekedar perang bintang tetapi demokrasi silaturahmi. Meski begitu ada perbedaan yang teramati antara SBY dan JK. JK dinilai solution oriented (berorientasi solusi), sedangkan SBY merupakan concept oriented (berorientasi konsep). Namun tentu saja, kesuksesan yang diraih tim mana pun nantinya bukan hanya berdasarkan itu saja melainkan dari seluruh faktor keseluruhan dalam tim.

Mengingat kedua tokoh nasional itu pernah bekerja bersama memimpin Indonesia, akankah SBY dan JK bakal saling intip strategi? “Nggaklah. Ini kan demokrasi silaturahmi,” kata Hendrawan, mencoba menerka yang akan terjadi selanjutnya.

Hal ini tentu tidak kalah memicu perhatian publik soal Pilpres mendatang. Pasalnya kedua tokoh yang pernag berpasangan memimpin Indonesia itu kini berada dalam dua kubu berlawanan. Meski anak sulung SBY yaitu AHY gagal dipilih Prabowo menjadi cawapres namun saat menyampaikan bahwa demokrat salah satu partai pendukung prabowo, nama SBY tetap dijadikan penasihat tim paslon tersebut. Sedangkan saat Jokowi memutuskan kembali mencalonkan dalam Pilpres 2019, ia tidak kembali di dampingi JK tetapi JK dikabarkan menjadi penasihat timnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here