Polemik Pilpres 2019, Bolehkah Jusuf Kalla Terlibat?

0
115
Prabowo Vs Jokowi
Prabowo Vs Jokowi di Pilpres 2019

Hallojawa.com, Meski baru tahun depan, Pilpres 2019 sudah terasa ramainya. Beberapa hari lalu ramai membicarakan siapa yang akan menjadi Cawapres dari masing-masing calon Presiden, baik Jokowi atau Prabowo. Kali ini giliran ramai perbincangan tentang siapa yang akan menjadi ketua tim pemenangan masing-masing calon.

Nama Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan Jusuf Kalla atau JK mencuat ke permukaan. Keduanya jika benar akan menjadi tim pemenangan masing-masing calon Presiden, hal ini akan mengulangi pertarungan keduanya. Sebelumnya, pada 2009 SBY dan JK pernah mengikuti Pilpres 2009.

Munculnya nama JK dalam tim pemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin ini dibenarkan oleh ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartanto yang mendukung koalisi Presiden petahana ini.

“Yang sudah dimasukkan di KPU, beliau (Jusuf Kalla) sebagai ketua,” ujar Airlangga Hartanto di kantor Dewan Pimpinan Pusat atau DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat pada Senin 13 Agustus 2018.

JK menurut Airlangga akan memimpin tim pemenangannya. Selain itu dalam tim pemenangan itu terdapat juga para sekjen partai politik pendukung Jokowi. Mereka rencananya akan menjadi wakil ketua tim pemenangan. Sementara itu sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dipilih menjadi sekretaris tim pemenangan.

Capres
Pertemuan Jokowi dan Prabowo

“Ketuanya yang dimasukkan kemarin adalah Pak Jusuf Kalla dan wakil-wakilnya dari sekjen partai, dan wakil dari Partai Golkar menjadi wakil ketua, sekretarisnya Pak Hasto, dan ada lagi tim detailnya,” kata Airlangga.

Keputusan menempatkan JK sebagai tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin ditentang oleh beberapa pihak. Hal ini dinilai akan menggangu kinerja JK sebagai Wakil Presiden Indonesia saat ini. Terlebih nantinya JK akan menggantikan peran dan tugas Jokowi saat masa kampanye.

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan kekhawatirannya jika JK maju sebagai tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kita tidak ingin negara ini jadi negara autopilot. Saya minta Pak JK berpikir ulang lagi untuk menjadi ketua tim pemenangan,” kata Andre.

Andre juga mengingatkan JK agar tak terlibat politik praktis. Ia menyebut tak ingin kepentingan bangsa dikorbankan demi kekuasaan.

“Jangan sampai bangsa ini dikorbankan demi kepentingan politik praktis untuk merebut kekuasaan. Jadi saya minta kelapangan hati Pak JK untuk memikirkan hal itu lagi,” tegas Andre.

Belakangan, JK sendiri sudah membantah akan menjadi tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Ia mengaku hanya ditawari untuk masuk dalam tim dewan penasihat untuk memberikan pandangan-pandangan kepada tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Ya saya mendengar, tapi saya belum diberikan resminya,” kata Jusuf Kalla di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 13 Agustus 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here