Peluang Produk Pesantren OPOP Jatim Tembus Pasar Eropa

0
11
opop jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki program One Pesantren One Product (OPOP). Program tersebut melibatkan pesantren di Jawa Timur untuk mendongkrak sektor ekonomi hingga menembus pasar Eropa. Melalui program tersebut diyakini dapat mendorong nilai ekspor. Tak terkecuali ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Indonesia memang merupakan negara muslim yang memiliki potensi mengembangkan ekonomi syariah yang mampu bertahan tumbuh positif di tengan pandemi Covid-19. Melalui pesantren juga Indonesia dapat menumbuhkan sektor ekonomi syariah. Menjadi produsen pasar dagang ekonomi syariah yang terus berkembang salah satunya melalui program Pemprov Jatim tersebut.

Sekertaris OPOP Jatim, Muhammad Ghofirin melalui diskusi virtual pada Minggu (18/4/21) menyampaikan bahwa programnya tersebut akan mengambil kesempatan untuk menggenjot ekspor unggulan pesantren. Ia juga mencontohkan keberhasilan Pesantren Sunan Drajat. Pesantren yang berlokasi di Paciran, Lamongan itu memiliki beberapa unit usaha yang telah di ekspor ke beberapa negara Asia.

Gus Ghofirin juga mengatakan bahwa program berbasis pesantren di Jawa Timur itu harus mampu mempersiapkan segala tantangan dan persyaratan untuk menembus pasar dagang Uni Eropa. Menurutnya jika ingin bersaing maka produsen harus memiliki pengetahuan mengenai sertifikasi pangan yang dimiliki oleh negara-negara di Eropa.

“Kita harus tahu mulai dari standarifikasi, sertifikasi, perizinan, dan apa saja yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Menurut Gus Ghofirin kopi bisa menjadi salah satu produk Indonesia yang menembus pasar Eropa. Tidak hanya kopi ada juga cokelat, yang menjadi komoditas ditekuni  oleh pesantren. Seperti yang diminta oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa untuk mengembangkan kedua komoditas tersebut dan diharapkan mampu menjadi produk yang di ekspor hingga skala Internasional.

Melalui program One Pesantren One Product oleh Pemprov Jatim ini memang mampu mendorong perekonomian Indonesia dalam segi ekspor. Seperti diketahui, Jawa Timur memiliki banyak pesantren yang dapat difungsikan memajukan ekonomi syariah Indonesia.

Prof. Dr. Ing Hendro Wicaksono, dari Jacob University Bremen (JUB) Jerman merupakan perwakilan yang juga sebagai jembatan penghubung kerjasama antara pesantren Jawa Timur dan pasar Uni Eropa. Beliau pun menilai keberadaan pondok pesantren di Jatim memiliki potensi besar sebagai pelaku ekonomi syariah. Produk pesantren dengan sertifikasi halal pun menjadi incaran masyarakat khususnya di Negara Jerman.

Jerman menjadi negara pemasok makanan terbesar di Uni Eropa. Oleh sebab itu, Jerman menjadi pusat perkembangan standar sertifikasi pangan di wilayah Uni Eropa. Dapat diartikan produsen yang berhasil memperoleh sertifikasi pangan di Jerman, akan lebih mudah memiliki akses yang untuk memasuki pasar negara lainnya di Uni Eropa.

“Jika sudah ada pasar di Jerman, maka insyaallah bisa dikembangkan di titik-titik negara lain. Kita juga akan menyosialisasikan hal ini pada pihak KBRI dan KJRI,” tegas Prof Hendro.

Prof. Hendro merencanakan akan mengirim sampe salah satu produk kaldu makanan asal Sidoarjo ke Jerman di Bulan April atau Bulan Mei tahun ini. Tak hanya itu, Dia juga menyarankan agar sebaiknya kemasan produk disertakan komposisi bahan serta kandungan nutrisi yang ada, mengingat masyarakat disana sangat detail terhadap kandungan suatu produk.

“Jika OPOP memiliki katalog produk juga bisa dikirimkan dahulu,” tuturnya.

Diskusi mengenai hal ini akan semakin intens dilakukan dengan menggandeng para stakeholders dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti misalnya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur. Melalui langkah baik tersebut diharapkan pesantren sebagai produsen utama pun mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya. Sedangkan pemerintah mampu menyokong produsen agar mudah melakukan kegiatan ekspor.

Program One Pesantren One Product (OPOP) oleh Pemprov Jatim ini merupakan kegiatan positif dalam memajukan perekonomian syariah. Mengingat Indonesia memiliki banyak hasil alam yang mampu di produksi dan diekspor ke mancanegara. Kesuksesan program ini nantinya mungkin dapat menjadi contoh daerah-daerah lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here