Kapan Perlu Periksa Kanker Serviks?

0
29
periksa kanker serviks

Sebenarnya, kapan saat yang tepat untuk pemeriksaan kanker serviks?

Cukup banyak masyarakat yang sudah mengetahui bahwa kanker serviks merupakan penyakit berbahaya dan mematikan. Namun sayangnya, tidak banyak yang tahu bahwa kanker serviks tergolong penyakit yang mudah diobati –dengan catatan harus dideteksi sedini mungkin.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker tersebut sedini mungkin. Mulai dari pap smear, inspeksi visual asam asetat (IVA), inspeksi visual lugoliodin, dan tes DNA HPV

Salah satu faktor risiko timbulnya kanker serviks adalah infeksi virus HPV. Sebanyak 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV 16 dan HPV 18 (tipe HPV high risk).

gejala kanker serviks

Infeksi HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual melalui vagina, anal, bahkan oral. Dengan demikian, mereka yang belum menikah, tetapi sudah aktif secara seksual, tetap berisiko terinfeksi virus HPV.

Sementara itu, American Cancer Society menyarankan penggunaan pap smear dan tes DNA HPV sebagai cara deteksi dini gejala kanker serviks. Adapun beberapa pedoman pemeriksaan kanker tersebut meliputi:

  • Wanita berusia 21 tahun ke atas sebaiknya mulai melakukan pendeteksian dini terhadap kanker serviks.
  • Wanita usia 21-29 tahun disarankan melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali. Jika hasilnya abnormal, tes DNA HPV dapat dilakukan.
  • Wanita usia 30-65 tahun disarankan melakukan pap smear dan tes DNA HPV setiap 5 tahun sekali. Namun, pemeriksaan pap smear saja setiap 3 tahun sekali dapat dijadikan alternatif.
  • Wanita di atas 65 tahun dapat berhenti melakukan pemeriksaan apa pun apabila dirinya rutin melakukan deteksi dini selama 10 tahun terakhir dengan hasil normal. Tapi kalau ditemukan lesi prakanker, pemeriksaan wajib diteruskan.
  • Wanita yang sudah menjalani histerektomi total (pembuangan dari rahim dan serviks) tanpa riwayat kanker atau lesi prakanker tidak perlu memeriksakan diri.
  • Meski sudah pernah mendapatkan vaksinasi HPV, Anda tetap perlu memeriksakan diri.
  • Dan bagi wanita dengan faktor risiko tinggi (HIV dan transplantasi organ), mungkin frekuensi pemeriksaannya akan lebih sering.

Jadi bukan hanya wanita yang sudah menikah atau akan menikah saja yang perlu melakukan pemeriksaan kanker serviks. Anda yang sudah aktif secara seksual juga memerlukannya agar deteksi dini terhadap kanker serviks bisa dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here