Jokowi Disebut Ugal-Ugalan Oleh Prabowo

0
5
Jokowi
Jokowi dinilai ugal-ugalan oleh Prabowo dalam memimpin kabinetnya.

hallojawa.com, Jokowi disebut ugal-ugalan dalam mengelola negara oleh Prabowo. Calon presiden nomor urut 02 tersebut menyatakan lunturnya kejayaan Indonesia (16/10/2018).

Pernyataan tersebut selaras dengan slogan Prabowo Make Indonesia Great Again beberapa waktu lalu.

Ungakapan kekecewaan Prabowo di ungkapkan pada laman facebooknya.

Menurutnya pada selama Jokowi memimpin, sebuah kebijakan dapat di batalkan dan direvisi begitu mudah tanpa memikirkan dampaknya di masyarakat. Hukum juga sebagai alat taawar menawar, bahkan mengabaikan keadilan.

“Kita bisa melihat riuhnya kabinet kerja sekarang. Akibat saling tuduh menuduh antara kementrian dan lembaga negara,” ungkapnya.

Perbedaan itu sangat dirasakan berbeda dengan kebijakan Soekarno, misalnya.

Prabowo menegaskan Soekarno selalu mengorbankan semangat, hingga berhasil membuat Indonesia terlepas dari penjajah.

Ia kembali menegaskan Indonesia salah satu negara macan Asia yang berhasil bertransformasi menjadi negara agraris dan industri.

Ucapan Prabowo ini segera di tanggapi dari kubu Jokowi.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, menilai Prabowo pesimistis dalam memandang sesuatu dan berlebih-lebihan menyebut kata ugal-ugalan.

“Terlalu berlebih-lebihan menyebut kata ugal-ugalan dalam mengaitkan persoalan miskoordinasi dalam pengelolaan pemerintah,” kata Ace (17/10/2018).

Ace menambahkan sesorang tidak akan pernah memberi penilaian objektif jika melihat dari kacamata pesimis. Maka, setiap pencapaian yang dikerjakan pemerintah selalu negatif.

Jubir TKN tersebut juga mengkritik slogan Prabowo yang mengikuti gaya pidato Donald Trump pada pilpres Amerika Serikat 2016 lalu.

Sandiaga Uno pasangan Prabowo dalam pemilihan pilpres 2019, menanggapi pernyataan Prabowo.

Menurutnya memang banyak hal yang harus diperbaiki dan harus ada pengelolaan ekonomi (17/10/2018).

Perbaikan ekonomi tersebut bisa diperbaiki dengan membuka lapangan kerja.

Sandi prihatin melihat nilai rupiah yang anjlok, nilai dolar yang naik dan ini berimbas kepada masyarakat.

“Dengan peningkatan nilai dolar, dikhawatirkan hutang kita juga meningkat dan berimbas kepada perekonomian rakyat,” ungkap Sandi.

Sekretaris tim kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menanggapi kritikan capres nomor urut 02 menanggpi kritik Prabowo.

Menurutnya, Jokowi telah membuktikan komitmennya dan menjawab pernyataan Prabowo dengan kinerja jokowi selama empat tahun belakangan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here