Jelang Pilpres 2019, Ridwan Kamil Minta Tak Ada Lagi “Cebong” dan “Kampret”

0
98
Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Hallojawa.com, Suasana panas jelang Pilpres 2019 diantisipasi oleh Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil. Gubernur yang akrab disapa Emil ini meminta agar warga khususnya warga Jawa Barat tidak lagi menggunakan istilah-istilah seperti “kecebong” dan “kampret” dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Emil beda pilihan dalam politik adalah hal wajar. Akan tetapi, perbedaan pilihan jangalah diekspresikan dengan tutur bahasa yang dinilainya tidak patut.

“Saya imbau kepada seluruh warga Jabar, khususnya dalam Pilpres ini, pilihan boleh beda. Itu mah pilihan, selalu ada alasan menyukai, selalu ada alasan tidak menyukai. Silakan,” tutur Ridwan saat ditemui di Gedung Sate, Senin 20 Agustus 2018.

“Berargumentasilah dengan sopan santun karena budaya kita kan santun. Jangan maki-maki apalagi keluar kata-kata hewan, untuk kelompok itu disebut kecebong, kelompok ini kampret,” katanya.

Pesan Ridwan Kamil
Pesan Ridwan Kamil di Pilpres 2019

Ridwan Kamil kemudian juga khawatir hal itu dicontoh oleh anak-anak. Menurut dia, sudah saatnya masyarakat tidak lagi menggunakan tutur bahasa kasar apalagi dalam politik.

“Ini diikuti dan dicontoh oleh anak-anak. Bukan masa depan seperti itu yang ingin kita wariskan. Jadi kita harus sudah merdeka dari kekasaran, politik hanya perlombaan bukan permusuhan,” katanya.

Emil pun menekankan agar warga senantiasa menjaga perdamaian menjelang Pilpres 2019 berlangsung.

“Apalagi saya ingatkan ada sila kedua, beradab. Jadi gunakan adab ini sebagai cara kita berdemokrasi. Pilpres harus damai dan kondusif mengedepankan tata krama nilai-nilai santun,” katanya.

Pendapat senada dengan Ridwan Kamil sebelumnya sudah dikemukakan oleh dai kondang yang juga berasal dari Jawa Barat, yaitu Abdullah Gymnastiar atau AA Gym.

Sosok Ridwan Kamil
Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil

Ia meminta agar masyarakat tidak lagi menyebut dengan gelar yang buruk, termasuk panggilan “kecebong” atau “kampret” karena dua sebutan itu sering diasosiasikan dengan kelompok pendukung tokoh politik tertentu.

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym, dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu 8 Juli 2018.

Aa Gym pun mengulangi pesannya kepada hadirin untuk terus mengingatkan. Masyarakat yang hadir pun mengulang apa yang dikatakan oleh Aa Gym.”Jangan memanggil orang dengan gelar buruk,” ucap mereka berbarengan.

Terkait istilah “kecebong” dan “kampret” sendiri sudah muncul terutama pasca Pilpres 2014. Masing-masing pendukung Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto saling menyematkan julukan itu satu sama lain.

Banyak pihak berharap pada Pilpres 2019 nanti ketegangan serupa tidak lagi terulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here