Jelang Pilpres 2019, Begini Strategi Setiap Paslon

0
4
Pilpres 2019

Hallojawa.com – Pemilihan presiden atau pilpres 2019 sudah tidak lama lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 2 September 2018 resmi mengumumkan dua pasangan calon yang akan melaju pada putara pemilihan nanti. Jokowi bersanding dengan Maruf Amin, sedangkan Prabowo dengan Sandiaga Uno.

Masing-masing pasangan calon (paslon) di dukung oleh beragam partai. Pasangan Jokowi dan Maaruf di usung PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Golkar, PPP, PSI, Perindo, PKPI dan Hanura. Pasangan Prabowo dan Sandi di dukung Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN.

Peta Politik

Jokowi dan Maaruf mendapat no urut 01, sedangkan Prabowo dan Sandi mendapat no urut 02. Menurut Ketua KPU RI, Arief Budiman, mengatakan nomor urut memiliki banyak fungsi.

“Nomor urut tersebut berguna untuk membangun citra diri setiap paslon,” kata Arief.

Tim sukses tiap paslon sudah mulai mengatur strategi. Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supraktino, mengungkapkan Jokowi sudah dari jauh hari mempersiapkan hal ini. Ia mengibaratkan Jokowi adalah seorang olahragawan yang bersemangat, berenergi dan memiliki stamina yang prima.

“Tahun lalu Pak Jokowi berhasil memenangkan pemilihan, tentu tahun ini lebih siap lagi,” ungkap Hendrawan.

Paslon

Seperti yang kita ketahui, Jokowi dari awal telah membangun citranya sebagai orang yang merakyat dan pekerja keras. Kemeja putih dengan lengan di gulung dan celana hitam menjadi identitasnya.

Sementara itu, prabowo mengatakan ia maju lagi sebagai calon presdien (capres) bentuk pengabdiannya kepada negara. Kekalahannya di pemilihan lalu tidak menyurutkan semangatnya untuk maju kembali.

Menurutnya ia merasa terpanggil kembali setelah mendengar beragam ceramah. Diantaranya pemimpin itu harus adil dan bijaksana, merasakan penderitaan rakyat, meretas kemiskinan, dan menegakkan keadilan.

“Ini mengingatkan saya selama menjadi prajurit. Harus siap mengorbankan jiwa dan raga saat berperang dan mengabdikan diri pada negara” ungkapya.

Pada pilpres 2019 setiap capres dan cawapres tentu memiliki strategi masing-masing dalam menghadapi pemilihan mendatang. Seperti Prabowo – Sandi melakukan pendekatan pada suara milenial dan ibu-ibu.  Sedangkan Jokowi – Maruf menekankan keberhasilan pada bidang ekonomi dan kampanye ke media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here