Edy Rahmayadi Semprot Kepala Dinas SDA Sumatera Utara

0
3
Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi terlihat memantau daerahnya yang terkena banjir

hallojawa.com, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memarahi Kepala Dinas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sumut Lukmanul Hakim (9/10/2018).

Pasalnya kota Medan mengalami kebanjiran sampai ke mata kaki. Edy pun berang dengan Kepala Dinas SDA yang tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan berdampak ke masyarakat.

“Rakyat sengsara kalau seperti ini,” kata Edy.

Lelaki yang memiliki temperamen itu menyusuri jalanan dengan menggunakan sendal sambil menyingsing celananya. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa hari.

Banjir tersebut menghambatnya ke masjid untuk menunaikan ibadah Shalat. Genangan air itu menghambat kakinya melangkah ke Masjid Agung.

Ketinggian banjir saat ini sudah mencapai sepaha orang dewasa. Karena itu Edy geram dengan Lukman yang tak kunjung mengatasi persoalan banjir ini. Kebetulan saaat itu Lukman berada di Masjid Agung.

Edy terlihat dipayungi penjaganya saat memantau genangan air. Ia bertindak selayaknya gubernur lain bertindak memantau perkembangan daerahnya.

Saat Edy memarahi kepala dinas SDA tersebut, ia meminta pendapat wartawan atas tindakannya. Maklum, apapun yang ia perbuat tak luput dari pantauan media.

“Para wartawan, wajar kan saya bertanya dan menegur Bapak (Lukman) ini?,” ungkapnya.

Lukmanul Hakim hanya bisa tertunduk ketika amarah atasannya menyemprot dirinya.

Gedung kantor Gubernur juga ikut terkena banjir pada area kiri basement. Derasnya air saat pemantauan.

Hal ini membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memarkirkan mobilnya sibuk mengeluarkannya. Banjir di areal parkir sudah setinggi paha orang dewasa.

Edy mengaku kesulitan menghadapi persoalan ini dan mencari solusi yang terbaik.

“Kita masih terus memantau. Mencari penyebab utama banjir yang terjadi dan mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Diketahui ketika amarah gubernur Sumatera Utara itu kepada kepala dinas SDA, Edy sedang bersama wakil gubernur Musa Rajeckshah.

Masjid Agung terhubung dengan kantor gubernur melewati lorong. Lorongan tersebut juga tergenang banjir melebihi mata kaki.

Ketika memasuki perkarangan, tinggi mulai bertambah menjadi sepaha orang dewasa.

Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah terpaksa menyingsing celananya untuk bisa sampai ke masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here